Praktikum V : Konfigurasi Web Server Dan Simulasi VLAN Pada Cisco Packet Tracer

 Praktikum V(Konfigurasi Web Server Dan Simulasi VLAN Pada Cisco Packet Tracer)

Nama : Agus Teguh Riadi

NIM : 2111016110011

Hasil & Pembahasan Praktikum :

Pada praktikum kali ini praktikan diminta untuk membuat konfigurasi web server dan membuat simulasi  jaringan VLAN, Web server adalah perangkat lunak yang berfungsi sebagai penerima permintaan yang dikirimkan melalui browser kemudian memberikan tanggapan permintaan dalam bentuk halaman situs web atau lebih umumnya dalam dokumen HTML (Hyper Text Markup Language), HTML diibaratkan sebagai bentuk digital dari sebuah dokumen/tulisan. Bedanya, HTML menjelaskan struktur isinya dengan menggunakan tag yang diawali dengan tanda “<” dan diakhiri tanda “>”.  Sedangkan Vlan merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan, fungsinya untuk membuat pengaturan jaringan yang fleksibel karena dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi stationnya.

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan ialah membuka aplikasi Cisco Packet Tracer


2.   Langkah kedua yaitu menaruh perangkat yang diperlukan pada halaman simulasi, untuk device terdapat pada kolom bawah kiri, disana tersedia banyak macam perangkat tergantung dari kebutuhan pengguna, untuk praktikum kali ini kami menggunakan 8 buah pc, 2 Server, 1 Switch, Dan 1 Router cara nya yaitu dengan cara di-drag, atau bisa juga klik pada perangkat kemudian klik pada halaman simulasi



3.   Setelah semua devices yang diperlukan sudah ditaruh dihalaman simulasi, maka yang harus dilakukan selanjutnya ialah menghubungkan perangkat, hubungkan server 1 dan pc1 sampai pc 4 ke port switch fast ethernet 0/1 sampai fast ethernet 0/5 lalu hubungkan server 2 dan pc 5 sampai 8 ke port switch fast ethernet 0/11 sampai fast ethernet 0/15, dan untuk port fa0/0 pada router dihubungkan ke switch port fa0/24



4.   Setelah itu klik pada switch dan pilih menu CLI untuk menginisialisasi VLAN nya, karena pada praktikum ini terbagi menjadi dua vlan yaitu VLAN 100(Lab A) dan VLAN 200(Lab B) maka masukan command seperti dibawah ini :

       Switch>enable

       Switch#vlan database

       Switch(vlan)#vlan 100 name lab_a

       Switch(vlan)#vlan 200 name lab_b

       Switch(vlan)#exit

       Switch#sh vlan


5.   Jika sudah maka akan muncul tampilan seperti diatas yang berarti untuk VLAN nya sudah aktif, namun port yang ada masih dalam posisi default, kemudian tekan enter sampai terdapat tulisan “Switch> ” lalu masukan kode seperti dibawah untuk mengatur tata letak port acces switchnya sehingga hanya bisa digunakan oleh VLAN tertentu

       Switch>enable

       Switch#configure terminal

       Switch(config)#interface fa 0/1

       Switch(config-if)#switchport access vlan 100

       Switch(config-if)#exit

       Switch(config)#interface fa 0/2

       Switch(config-if)#switchport access vlan 100

       Switch(config-if)#exit

     Ulangi kode diatas sampai dengan interface fa0/10, Jika sudah lanjutkan konfigurasi untuk interface fa0/11 sampai dengan fa 0/20 dengan untuk vlan 200, jika sudah sampai interface fa0/20 lanjutkan mengetik kode seperti berikut :

Switch(config)#exit

Switch#sh vlan

Ketika sh vlan sudah diketikkan maka akan muncul tampilan yang memberitahukan perpindahan port-port yang telah kamu pindahkan tadi sebagaimana gambar dibawah.




6.   Jika sudah sampai tahap ini kita sudah bisa mengatur DHCP untuk tiap server  yang pertama setting IP Address dan pada server. Setelah itu Setting IP Address dan pada server. Pada server1 saya menggunakan IP Address 192.168.10.5 dan gateway 192.168.10.1 dengan Subnet Mask 255.255.255.0, pada server2 dengan Ip Address 192.168.17.5 dengan gateway 192.168.17.1 dan Subnet Mask yang sama dengan server1. Setelah IP disetting, atur konfigurasi DHCP pada server dengan cara meng-klik tab services dan klik bagian DHCP, sesuaikan setting DHCPnya dengan yang ada pada gambar



7.   Jika sudah klik pada setiap pc dan masuk ke ip configuration lalu pilih dhcp agar setiap perangkat mendapatkan ip address secara otomatis



8.   Kemudian klik pada router dan masuk ke menu CLI

Untuk bagian Lab A

Router>enable

Router#configure terminal

Router(config)#interface fa 0/0.100

Router(config-subif)#encapsulation dot1q 100

Router(config-subif)#ip address 192.168.25.10 255.255.255.240

Router(config-subif)#exit

Untuk bagian Lab B

Router>enable

Router#configure terminal

Router(config)#interface fa 0/0.200

Router(config-subif)#encapsulation dot1q 200

Router(config-subif)#ip address 192.168.50.10 255.255.255.240

Router(config-subif)#exit

Kalau sudah selesai untuk bagian lab A dan B lalu ketikkan lagi kode berikut :

Router(config)#interface fa 0/0

Router(config)#no shutdown





9.  Kemudian masuk lagi ke bagian CLI pada Switch untuk mensetting port yang terhubung pada    router (disini adalah di interface fa 0/24) menjadi mode trunk. Untuk mengubah port menjadi mode  trunk, tuliskan kode berikut :

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#interface fa 0/24

Switch(config-if)#switchport mode trunk

Switch(config)#exit



10.  Sekarang masuk ke tahap konfigurasi web server, klik pada server lalu masuk ke http pada tab  service, kemudian import media yang ingin kita tampilkan pada halaman web kita nanti, kemudian edit image.html=(nama file yang kita import tadi) dan img src=(nama file yang kita import tadi), kemudian save. Kemudian untuk index dan teks lain bisa diedit sesuai keinginan



       

11.  Jika sudah maka kita bisa mengakses web kita dengan klik pc yang terhubung dengan server yang sudah disetting tadi, kemudian pada tab desktop pilih menu webserver, kemudian pada kolom masukan ip address dari server kemudian klik go, disini kita sudah bisa mengakses web



1.     Masalah yang sering terjadi ialah tidak koneknya server1 dengan server2 dikarenakan pada saat menkonfigurasi router tidak menggunakan ip gateway dari server, melainkan ip server tersebut.

2.     Kesalahan pengaturan dalam memindahkan posisi port pada switch

3.     Port switch yang terhubung dengan router namun tidak dalam mode trunk juga dapat menyebabkan kedua jaringan tidak terhubung.

4.    kesalahan dalam pemasangan ip address yang menyebabkan hasil test ping menjadi request time           out, cara memperbaikinya adalah dengan cara mengecek ip address yang terpasang pada perangkat        apakah sudah benar atau tidak.

Kesimpulan Percobaan :

1.   Fungsi utama Server atau Web server adalah untuk melakukan atau akan mentransfer berkas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan sedemikian rupa.Web Server sendiri adalah Software yang memberikan layanan berbasis data dan berfungsi menerima permintaan dari HTTP atau HTTPS pada Klien.

2.   Virtual LAN (VLAN) adalah suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN       pada umumnya , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus       menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi              sangat fleksibel karena dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi, tanpa bergantung              lokasi workstationsnya.


Komentar