Konfigurasi Dasar Linux Debian
Praktikum VIII(Konfigurasi Dasar Linux Debian)
Nama : Agus Teguh Riadi
NIM : 2111016110011
Hasil & Pembahasan Praktikum :
Pada praktikum kali ini praktikan belajar tentang sistem operasi berbasis linux, yaitu debian. Debian adalah sebuah sistem operasi jaringan(soj), bertugas menangani jaringan dan memiliki banyak layanan yang disediakan untuk pengguna. Pada praktikum kali ini praktikan juga belajar bagaimana cara menginstall debian di mesin virtual. Tujuan menggunakan mesin virtual adalah agar installasi debian tidak mengganggu sistem operasi yang ada di perangkat praktikan dan juga untuk mempermudah proses installasi.
Prosedur
Praktikum :
1. Pertama-tama
siapkan mesin virtual yang ingin digunakan dan file iso debian. Untuk mesin
virtual bisa gunakan vmware, virtualbox atau mungkin mesin virtual yang lain(di
sini saya menggunakan vmware). File iso debian bisa didownload dari web resmi
debian. lalu install Virtual
Machine dan klik “Start” lalu konfigurasikan seperti di bawah ini:
Gambar 1.1 menambahkan VM
2. Tentukan jumlah RAM yang akan digunakan oleh Virtual
Machine dengan rekomendasi setengah kapasitas dari jumlah total RAM yang kita
gunakan dengan syarat tidak boleh di bawah 2GB. Kemudian pilih hard disk file
bertipe VDI (Virtual Disk Image) yang bertujuan untuk membentuk sebuah
penyimpanan virtual dan pilih storage physical disk dengan dynamically
allocated agar file-file yang tersimpan dialokasikan dengan rapi dan
meringankan kinerja komputer.
Gambar 2.1 menentukan
ukuran memori RAM
Gambar 2.2 menentukan
tipe file hard disk
\
Gambar 2.3 menentukan
penyimpanan agar dialokasikan secara dinamis
3. Selanjutnya masukkan storage/file Debian yang sudah di download dengan masuk ke setting, pilih tab Storage dan klik logo CD atau tulisan empty dan masukkan file Debiannya. Setelah selesai, Virtual Machine siap untuk digunakan.
Gambar 3.1 menambahkan
file debian
Gambar 3.2 tampilan
awal untuk instalasi debian
4. Lakukan instalasi Linux Debian dengan mengikuti
langkah-langkah berikut ini :
Gambar 4.1 pemilihan
Bahasa
Gambar 4.2 pemilihan
negara, jika tidak ada maka pilih other à regional à negara
Gambar 4.3 pemilihan
lokasi default
Gambar 4.4 pemilihan
layout keyboard
Gambar 4.5 mengatur
hostname
Gambar 4.6 mengatur
nama domain ( .net / .com / dsb.)
Gambar 4.8 mengatur
user full name
Gambar 4.9 mengatur
username
Gambar 4.10 mengatur
user password
Gambar 4.11 mengatur
zona waktu
Gambar 4.12 mengatur
partisi data
Gambar 4.13 mengatur
disk yang ingin dipartisi
Gambar 4.14 mengatur
jenis partisi
Gambar 4.15
konfirmasi pengaturan partisi
Gambar 4.16
konfirmasi pengaturan di disk
Gambar 4.17 pilihan
scan dvd atau tidak
Gambar 4.18 pilihan
ingin menggunakan mirror network atau tidak
Gambar 4.19 pilihan
mengikuti survei atau tidak
Gambar 4.20 pemilihan
software yang ingin diinstall
Gambar 4.21
menginstal grub boot loader
Gambar 4.22 pemilihan
lokasi instalasi grub boot loader
Gambar 4.23 tampilan
instalasi selesai
5. Langkah terakhir setelah debian diinstall adalah masuk
dengan mengisi login dengan root dan mengisi password sesuai dengan password
yang sudah kita atur sebelumnya.
Gambar 5.1 berhasil masuk ke debian
Diagnosa dan Troubleshooting Masalah :
1. Error saat instalasi dan konfigurasi Linux Debian. Hal ini dapat terjadi karena kesalahan konfigurasi maupun bug yang terdapat pada file Debian yang kita download. Solusinya adalah dengan mencari cara penyelesaiannya di forum-forum yang membahas Debian dan mengulang installasi dari awal.
Kesimpulan Percobaan :
Pada praktikum kali ini dapat disimpulkan bahwa kita dapat menginstall lebih dari satu sistem operasi seperti Linux Debian di sebuah perangkat komputer yang berbasis Windows maupun sistem operasi lain tanpa harus mengubah hardware dari Operating System yang kita miliki. kita dapat menggunakan Virtual Machine seperti Oracle Virtual Machine VirtualBox. Hal ini dapat memudahkan kita saat melalukan percobaan dan praktikum dan tidak takut saat melakukan kesalahan.
.png)















.png)
.png)












Komentar
Posting Komentar